Pengemis dan Biksu

ini sebenernya postingan yang pernah vei posting di blog vei dulu.. tapi vei pengen posting lagi ini disini soalnya dari cerita ini vei bisa ngerasain klo ini penting untuk kita tau… πŸ˜› ini ceritanya

Ini kisah seorang Biksu dan Seorang pengemis yang hanya memiliki satu tangan. Suatu hari seorang pengemis datang ke Sebuah biara dan kebetulan disana ada seorang Biksu. Lalu si Pengemis meminta belas kasih biksu untuk bersedia memberinya uang. Lalu sang Biksu berkata kepada si Pengemis bertangan satu itu. “Tolong kamu angkat batu bata ini ke halaman belakang” dengan sikap tenang sambil menunjuk tumpukan batu bata. Lalu si Pengemis agak marah dan dia berkata “Saya hanya memiliki satu tangan. Bagaimana dapat memindahkan? Tidak mau memberi ya sudah, tidak perlu mempermainkan orang!”. Sang Biksu hanya bisa diam mendengar Pengemis berkata seperti itu. Akhirnya si Biksu mengambil batu itu dengan satu tangan dan dia berkata “Masalah seperti ini juga bisa dikerjakan dengan menggunakan satu tangan”.

Akhirnya Pengemis itu menggunakan tangannya untuk memindahkan batu-batu itu. dengan sabar dia memindahkannya. setelah dua jam kemudian Pengemis telah selesai memindahkan semua batu batanya. Lalu Biksu itu memberikan uang kepada Pengemis satu tangan itu. Dengan sangat bersyukur Pengemis itu berkata ” terima kasih”. Biksu itu membalas “tidak usah berterima kasih karena itu hasil jerih payah mu sendiri”. Sambil membungkukan badan Pengemis berkata “Saya tidak akan melupakan budi baik anda”. Lalu dia pergi melanjutkan perjalannya.

Besoknya ada seorang pengemis lain yang datang. Tapi dia memiliki kedua tangannya dan meminta belas kasih dari Biksu itu. Lalu Biksu ini mengajaknya ke halaman belakang dan berkata “tolong pindah kan setumpuk batu bata ini ke halaman depan”. Pengemis ini menganggap bahwa pekerjaan itu meremahkan akhirnya dia pergi begitu saja. Lalu para murid itu bertanya pada Biksu itu “Dulu waktu ada pengemis anda menyuruhnya memindahkan batu bata ini ke belakang, sekarang saat ada pengemis lain anda malah menyuruhnya memindahkan ke halaman depan. sebenarnya ingin di letakan di mana batu bata ini?” lalu Biksu itu menjawab “ata – bata itu diletakkan di depan atau di belakang adalah sama saja, tetapi mau memindahkan atau tidak bagi pengemis itu tidaklah sama.”

Beberapa tahun kemudian, seorang yang berpenampilan luar biasa datang ke biara. Namun ada hal yang kurang sempurna yaitu orang ini hanya memiliki satu tangan. Ternyata dia adalah pengemis yang memindahkan batu bata. Ia melakukan pekerjaan yang dia kerjakan mengandalkan kemampuan dirinya sendiri untuk berjuang. Akhirnya dia memperoleh keberhasilan yang sukses, menjadi orang kaya yang ternama di daerahnya. Tetapi bagi pengemis yang memiliki dua tangan lengkap, hingga saat ini masih meminta sedekah di luar pintu gunung.

dari cerita di atas kita mendapat pelajaran bahwa menyelamatkan manusia harus menyelamatkan hatinya. Nasi dalam duniawi bisa menghilangkan rasa lapar sesaat, tapi itu bukanlah makanan batin yang sebenarnya. Uang dalam duniawi bisa memuaskan keinginan sesaat manusia, tetapi bukanlah cahaya kehidupan yang sebenarnya.

Era Baru

vei bisa dapet sesuatu yang berharga dari sana,, dan semoga temen” blogger juga bisa dapet makna dari sana.. πŸ™‚

Iklan

20 Tanggapan

  1. first class! πŸ˜€

  2. πŸ˜€ kemauan yah? hinih yang saya maksud dengan ndak ada orang pinter atau bodoh, yang ada itu mau apa engga.

  3. makasih dah mampir ya!
    mau liat yang unik lagi? barusan saya posting yang baru.
    thx

  4. coba aja praktekkin ginian di kehidupan nyata.bukannya mau mindahin bata, malah ditimpukkin bata kali πŸ˜€
    tp nasihatmu bagus, nak.shi sie, master πŸ˜€

  5. Ada gak ya… pengemis yang seperti itu sekarang?

  6. Nice post!

  7. πŸ™‚ he eh… ceritanya inspiring sekali… kewlz.

  8. ganti dunk jangan pengemis vei Gelandangan aja πŸ˜€

  9. amin … so chayooo .. tetap berusaha πŸ˜€

  10. wee…..bener2 filosof nih πŸ˜›

  11. @ adie << yoi bener tuh Die hihihi.. πŸ˜€

    @ antown << yoi aku mampir kok nanti.. πŸ˜€

    @ toim << aku juga ngga yakin sih.. tapi ortu ku yang sering praktekin.. my parent is the best deh.. πŸ˜›

    @ wempi << di coba aja wem.. masih banyak kok orang yang seperti diatas.. πŸ˜€

    @ FaNZ << thanks for leave a comment

    @ Jane << yoi biar ngga cuma curhat mulu.. πŸ˜€

    @ Gelandangan << hmm Gelandangan suka minta juga?

    @ tintin << hehhe yoi bro..

    @ AngleNdutz << moga aja jadi.. aminnn.. hihihi πŸ˜€

  12. Pelajaran yang sangat berharga buat orang yang ingin maju, seperti saya! Hehehe

  13. wah…. bisa aja si ibu ini….

  14. @ Putra eka << ok siap-siap aja bakal dateng tu rejeki..

    @ masenchipz << wah aku di panggil ibu.. heuheuheu baru pertama kali.. πŸ˜›

  15. wei… cerita yang menginspirasi… πŸ˜€

  16. ah… motivasi lagi… gw udah kebal ama petuah2 dan cerita2 bijak gini… maklum, orang stress.. heuhue

  17. mampir..
    kunjungan balasan..
    *wink* πŸ˜€

    happy wiken! dan salam kenal selaluh… πŸ™‚

  18. @ carra << yup,, semoga bisa diambil maknanya .. πŸ˜›

    @ ichanx << vei tau kok chanx soalnya dah keliatan dari mukanya.. wkakakakkaka

    @ eva << thanks juga dah kunjung balik… so you.. πŸ™‚

  19. Nice post…. Dapat jadi pembelajaran buat siapa saja…

  20. @ Rita << Thanks.. salam kenal aja..:P

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: